Kesan saya selama diwidya informatika sangat menyenangkan terutama dalam belajarnya. Selain itu saya banyak sekali mendapatkan wawasan yang sangat luas dari guru yang mengajar di widya ini,terutama dalam hal komputernya.
Namun guru-guru di widya juga sangat menyenangkan dan juga baik kepada murid-muridnya.semoga semua guru yang mengajar disini selalu sabar,ikhlas membagi ilmunya...
Terima kasih Bapak/Ibu guru yang ada di Widya Informatika yang telah mengajarkan hal hal yang berguna untuk masa depan saya selama 1 tahun ini ..semoga jasa kalian semua akan saya ingat selalu sampai tua nantik.
aieny rara blog
blog untuk berbagi cerita masa sekarang
Selamat Datang
Selasa, 04 Agustus 2015
Sejarah Singkat Mesjid Penyengat
Sejarah Singkat Mesjid Penyengat
Mesjid ini dibangun pada masa Raja Hamidah Engku Putri (1784 – 1805), istri dari Sultan Mahmudsyah, yang pada zamannya adalah Penguasa Riau. Pada dasarnya Pulau Penyengat Indera Sakti dibangun menjadi negeri oleh Sultan Mahmudsyah sebagai mahar perkawinannya dengan Raja Hamidah Engku Putri. Mesjid Raya Sultan Riau Penyengat selalu diberi warna Kuning – Hijau, karena Kuning melambangkan Kerjaan, yang mana pada masanya Pulau Penyengat Indera Sakti adalah Pusat Kerajaan Riau Lingga. Dan Hijau yang berarti Islam. Warnanya yang kuning mencolok menjadikan bangunan ini langsung terlihat dari dermaga panjang dan Pelabuhan Sri Bintan Pura Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Tak hanya Mesjid Raya Sultan Riau Penyengat yang diberi warna Kuning – Hijau, melainkan semua bangunan-bangunan tua peninggalan Kerajaan Riau Lingga yang ada di pulau tersebut. Masjid Raya Sultan Riau Penyengat ini memiliki tiga belas kubah dan empat menara setinggi sembilan belas meter. Jika jumlah kubah dan menara dijumlahkan, maka hasilnya adalah tujuh belas yang mana merupakan penunjuk jumlah bilangan rekaat salat dalam satu hari. Masjid Raya Sultan Riau ini ditetapkan sebagai masjid pertama yang memakai kubah pada atapnya. Satu hal yang sangat berbeda jika kita berada di dalam Mesjid Raya Sultan Riau Penyengat yaitu bangunannya yang kedap suara dan dapat merendam gema.
Mesjid ini dibangun pada masa Raja Hamidah Engku Putri (1784 – 1805), istri dari Sultan Mahmudsyah, yang pada zamannya adalah Penguasa Riau. Pada dasarnya Pulau Penyengat Indera Sakti dibangun menjadi negeri oleh Sultan Mahmudsyah sebagai mahar perkawinannya dengan Raja Hamidah Engku Putri. Mesjid Raya Sultan Riau Penyengat selalu diberi warna Kuning – Hijau, karena Kuning melambangkan Kerjaan, yang mana pada masanya Pulau Penyengat Indera Sakti adalah Pusat Kerajaan Riau Lingga. Dan Hijau yang berarti Islam. Warnanya yang kuning mencolok menjadikan bangunan ini langsung terlihat dari dermaga panjang dan Pelabuhan Sri Bintan Pura Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Tak hanya Mesjid Raya Sultan Riau Penyengat yang diberi warna Kuning – Hijau, melainkan semua bangunan-bangunan tua peninggalan Kerajaan Riau Lingga yang ada di pulau tersebut. Masjid Raya Sultan Riau Penyengat ini memiliki tiga belas kubah dan empat menara setinggi sembilan belas meter. Jika jumlah kubah dan menara dijumlahkan, maka hasilnya adalah tujuh belas yang mana merupakan penunjuk jumlah bilangan rekaat salat dalam satu hari. Masjid Raya Sultan Riau ini ditetapkan sebagai masjid pertama yang memakai kubah pada atapnya. Satu hal yang sangat berbeda jika kita berada di dalam Mesjid Raya Sultan Riau Penyengat yaitu bangunannya yang kedap suara dan dapat merendam gema.
Sejarah selatpanjang
Sejarah
Kota Selatpanjang merupakan pusat pemerintahan kabupaten Kepulauan Meranti, duhulu merupakan salah satu bandar (kota) yang paling sibuk dan terkenal perniagaan di dalam kesultanan Siak.[1] Bandar ini sejak dahulu telah terbentuk masyarakat heterogen, terutama suku Melayu dan Tionghoa, karena peran antar merekalah terbentuk erat dalam keharmonisan kegiatan kultural maupun perdagangan. Semua ini tidak terlepas ketoleransian antar persaudaraan. Faktor inilah yang kemudian menyuburkan perdagangan dan lalu lintas barang barang maupun manusia dari China ke nusantara dan sebaliknya.Daerah Selatpanjang dan sekitarnya sebelumnya merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Siak Sri Indrapura yang merupakan salah satu kesultanan terbesar di Riau saat itu.Pada masa pemerintahan Sultan Siak VII yaitu Sultan Assyaidis Syarif Ali Abdul Jalil Syaifuddin Baalawi (yang bertahta tahun 1784–1810), biasa disapa Sultan Syarif Ali, memberi titah kepada Panglima Besar Muda Tengku Bagus Saiyid Thoha untuk mendirikan Negeri atau Bandar di Pulau Tebing Tinggi. Selain tertarik pada pulau itu juga karena Sultan Assyaidis Syarif Ali Abdul Jalil Syaifuddin Baalawi sendiri pernah singgah ke daerah itu, tujuan utama Sultan Syarif Ali ingin himpun kekuatan melawan kerajaan Sambas (Kalimantan Barat) yang terindikasi bersekutu dengan Belanda yang telah khianati perjanjian setia dan mencuri mahkota Kerajaan Siak. Negeri atau Bandar ini nantinya sebagai ujung tombak pertahanan ketiga setelah Bukit Batu dan Merbau'' untuk menghadang penjajah dan lanun.
Maka bergeraklah armadanya dibawah pimpinan Panglima Besar Muda Tengku Bagus Saiyid Thoha pada awal Muharram tahun 1805 Masehi diiringi beberapa pembesar Kerajaan Siak, ratusan laskar dan hulu balang menuju Pulau Tebing Tinggi. Mereka tiba di tebing Hutan Alai(sekarang Ibukota Kecamatan Tebingtinggi Barat). Panglima itu segera menghujam kerisnya memberi salam pada Tanah Alai.Tanah Alai tak menjawab, Ia meraup tanah sekepal, terasa panas. Ia melepasnya, “Menurut sepanjang pengetahuan den, tanah Alai ini tidak baik dibuat sebuah negeri karena tanah Hutan Alai adalah tanah jantan, Baru bisa berkembang menjadi sebuah negeri dalam masa waktu yang lama,” kata sang panglima dihadapan pembesar Siak dan anak buahnya.
Panglima bertolak menyusuri pantai pulau ini. Lalu, terlihat sebuah tebing yang tinggi. “Inilah gerangan yang dimaksud oleh ayahanda Sultan Syarif Ali,” pikirnya. Armada merapat ke Tebing Tanah Tinggi bertepatan tanggal 07 April 1805 Masehi. Di usia masih 25 tahun itu, dengan mengucap bismillah Panglima melejit ke darat yang tinggi sambil memberi salam. “Alha-mdulillah tanah tinggi ini menjawab salam den,” katanya. Tanah diraupnya, terasa sejuk dan nyaman. Ia tancapkan keris di atas tanah (lokasinya sekarang kira-kira dekat komplek kantor Bea Cukai Selatpanjang). Sambil berkata, “Dengarkanlah oleh kamu sekalian di tanah Hutan Tebing Tinggi inilah yang amat baik didirikan sebuah negeri. Negeri ini nantinya akan berkembang aman dan makmur apabila pemimpin dan penduduknya adil dan bekerja keras serta menaati hukum-hukum Allah.”
Panglima itu berdiri tegak dihadapan semua pembesar kerajaan, laskar, hulu balang, dan bathin-bathin sekitar pulau. “Den bernama Tengku Bagus Saiyid Thoha Panglima Besar Muda Siak Sri Indrapura. Keris den ini bernama Petir Terbuka Tabir Alam Negeri. Yang den sosok ini den namakan Negeri Makmur Kencana Bandar Tebing Tinggi.”itulah nama asal muasal kota selatpanjang.
Setelah menebas hutan, membuka wilayah kekuasaan, berdirilah istana panglima besar itu. Pada 1810 Masehi Sultan Syarif Ali mengangkat Panglima Besar Muda Tengku Bagus Saiyid Thoha itu sebagai penguasa pulau. Kala itu, sebelah timur negeri berbatasan dengan Sungai Suir dan sebelah barat berbatasan dengan Sungai Perumbi,seiring perkembangan waktu bandar ini semakin ramai dan bertumbuh sebagai salah satu bandar perniagaan di kesultanan siak.
Ramai interaksi perdagangan didaerah pesisir Riau inilah menyebabkan pemerintahan Hindia Belanda ikut ambil dalam bagian penentuan nama negeri ini. Sejarah tercatat pada masa Sultan Siak yang ke 11 yaitu Sultan Assayaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin. Pada tahun 1880, pemerintahan di Negeri Makmur Kencana Tebing Tinggi dikuasai oleh J.M. Tengkoe Soelong Tjantik Saijet Alwi yang bergelar Tuan Temenggung Marhum Buntut (Kepala Negeri yang bertanggung jawab kepada Sultan Siak). Pada masa pemerintahannya di bandar ini terjadilah polemik dengan pihak Pemerintahan Kolonial Belanda yaitu Konteliur Van Huis mengenai perubahan nama negeri ini, dalam sepihak pemerintahan kolonial Belanda mengubah daerah ini menjadi Selatpanjang, namun tidak disetujui oleh J.M. Tengkoe Soelong Tjantik Saijet Alwi selaku pemangku daerah. Akhirnya berdasarkan kesepakatan bersama pada tanggal 4 September 1899, Negeri Makmur Kencana Tebing Tinggi berubah menjadi Negeri Makmur Bandar Tebingtinggi Selatpanjang.J.M. Tengkoe Soelong Tjantik Saijet Alwi mangkat pada tahun 1908. Seiring waktu masa diawal Pemerintahan Republik Indonesia, kota selatpanjang dan sekitarnya ini merupakan Wilayah Kewedanan di bawah Kabupaten Bengkalis yang kemudian berubah status menjadi Kecamatan Tebingtinggi.Pada tanggal 19 Desember 2008,daerah selatpanjang dan sekitarnya ini berubah menjadi Kabupaten Kepulauan Meranti memekarkan diri dari Kabupaten bengkalis dengan ibukota Selatpanjang[2]
Selasa, 30 Juni 2015
Burung Gagak dan Sebuah Kendi
Pada suatu musim yang sangat kering, dimana saat itu burung-burungpun sangat sulit mendapatkan sedikit air untuk diminum, seekor burung gagak menemukan sebuah kendi yang berisikan sedikit air. Tetapi kendi tersebut merupakan sebuah kendi yang tinggi dengan leher kendi sempit. Bagaimanapun burung gagak tersebut berusaha untuk mencoba meminum air yang berada dalam kendi, dia tetap tidak dapat mencapainya. Burung gagak tersebut hampir merasa putus asa dan merasa akan meninggal karena kehausan.
Kemudian tiba-tiba sebuah ide muncul dalam benaknya. Dia lalu mengambil kerikil yang ada di samping kendi, kemudian menjatuhkannya ke dalam kendi satu persatu. Setiap kali burung gagak itu memasukkan kerikil ke dalam kendi, permukaan air dalam kendipun berangsur-angsur naik dan bertambah tinggi hingga akhirnya air tersebut dapat di capai oleh sang burung Gagak.
Walaupun sedikit, pengetahuan bisa menolong diri kita pada saat yang tepat.
Selasa, 09 Juni 2015
PERSAHABATAN
bunga kemboja putih berseri
putihnya melur diujung dahan
atas hubungan kerja serta pertolongan yang diberi
puji syukur serta terimakasih kami ucapkan.
sirih berlipat sirih pinang
sirih dari pulau mutiara
pemanis kata selamat datang
awal bismillah pembuka bicara
jalan malam menggunakan suluh
berkunjung sebentar dirumah teliti mamat
angkatkan tangan jari sepuluh
doa minta agar selamat
ayam rintik tepi di tepi hutan
terlihat dari pinggir telaga
nama yang baik lantas ingatan
seribu tahun terkenang juga
mudik ke hilir berperahu layang
berkunjung sebentar di indera giri
pergilah kasih pergilah sayang
pandai-pandailah melindungi diri
Kata Kata Ungkapan Buat Sahabat Sejati
Sahabat, kini kau telah pergi
meninggalkanku meninggalkan semua kenangan kita, menyimpulkan sebuah air
mata yang terjatuh di pipiku.
Sahabatku. meski kini kita tak bersama,
meski kita telah berbeda kehidupan, namun kita tetap satu dalam hati dan
cinta karena kau sahabat sejati ku.
Selamat tinggal sahabatku, selamat jalan sahabat sejatiku, cinta kasih mu kan selalu satu di hatiku selamanya.
Sahabat…. begitu banyak kenangan yang kita lalui ke bahagian yang selalu
kita rasa bersama, namun musnah dengan sekejap telah di renggut oleh
maut yang tak terduga.
Persahabatan Adalah Hidup, ia mengalir di darahku, bergetar di nadiku
berirama dengan tiap detak jantung, persahabatan adalah kokoh infirasiku.
berirama dengan tiap detak jantung, persahabatan adalah kokoh infirasiku.
Setegar batu karang, seperti tembok cina, meski raga tumbang ia akan selalu tegak dalam dada yang memendam langit nyanyian ini untukmu kawan.
Aku kangen kalian, kalian yang dulu kalian yang selalu membawa kebahagiaan serta senyuman.
Selasa, 02 Juni 2015
ABOUT ME
ASSALAMUALAIKUM....saya ingin berbagi cerita salam kehidupan sehari sehari ..dalam kejenuhan banyak waktu luang di rumah.ada sebuah kegiatan yang membangunkan spirit.dan aku melihat sebuah album foto keluargaku yang sangat bahagia namun dalam lubuk hatiku teringat wajah mereka yang penuh dengan perjuangan yang tidak bisa di balas dengan apa pun..
Namun anak zaman sekarang sangat lupa dengan semua perjuangan kedua orangtuanya terutama ibu kita yang telah memperjuangkan antara hidup dan mati untuk lahir ke dunia..seorang ibu juga selalu ingin membuat anaknya bahagia betapa pun kesulitan yang dihadapinya.mereka juga rela melakukan apa pun demi kebahagiaan anak-anaknya,tanpa meminta balasan.Ibu memang menjadi sosok yang tak pernah tergantikan untuk kehidupan kita,beliau adalah seorang pahlawan yang selalu memberi perlindungan,kasih sayang, dan perhatian yang tidak henti. Ibu memang sosok yang selalu kuat di hadapan kita,beliau tidak pernah sedikit pun menampilkan kesedihan dan kelurahan di depan kita.
Maka kita sebagai anak bangsa harus membuat ibu kita bahagia setiap usianya sampai akhir hayat menjemputnya.dan jangan pernah melawan atau membantah dengan perkataan yang diucapkannya.
Namun anak zaman sekarang sangat lupa dengan semua perjuangan kedua orangtuanya terutama ibu kita yang telah memperjuangkan antara hidup dan mati untuk lahir ke dunia..seorang ibu juga selalu ingin membuat anaknya bahagia betapa pun kesulitan yang dihadapinya.mereka juga rela melakukan apa pun demi kebahagiaan anak-anaknya,tanpa meminta balasan.Ibu memang menjadi sosok yang tak pernah tergantikan untuk kehidupan kita,beliau adalah seorang pahlawan yang selalu memberi perlindungan,kasih sayang, dan perhatian yang tidak henti. Ibu memang sosok yang selalu kuat di hadapan kita,beliau tidak pernah sedikit pun menampilkan kesedihan dan kelurahan di depan kita.
Maka kita sebagai anak bangsa harus membuat ibu kita bahagia setiap usianya sampai akhir hayat menjemputnya.dan jangan pernah melawan atau membantah dengan perkataan yang diucapkannya.
Langganan:
Postingan (Atom)
